Keyakinan yang berbeda.

Dua remaja pemuda cantik dan tampan harus berjuang demi cinta mereka, yang di tentang oleh keyakinan mereka masing-masing. gerbang masjid Istiqlal, bersebrangan dengan gedung gereja yaitu katedral.



Tanggal 19 bulan Juni tahun 2021.

Tepat di mana hari Minggu semua orang beribadah kepada Tuhan nya masing-masing, khususnya untuk seorang laki-laki yang bernama Marsel Cristiano Leonard dia seorang yang sangat taat beribadah kepada Tuhan nya. Rachel Latasha Maureen dia juga taat kepada Tuhan nya.

Kini mereka berdua sedang beribadah di gedung masing-masing, Marsel di gedung katedral.

Kini suasa kota Jakarta sangat ramai dan kendaraan berlalu-lalang. Khususnya di masjid Istiqlal para umat muslim berkumpul untuk mendengarkan tausyiah dari salah satu Ustadz yang berada di dalam masjid tersebut.
Setelah 2jam berlangsung dan mendengarkan tausyiah kini semua umat muslim keluar dari masjid tersebut, untuk pulang ke rumah masing-masing.

Di lain tempat seorang laki-laki baru saja selesai beribadah kepada Tuhan nya, berpapasan dengan bubar nya para muslimah dari masjid yang berseberangan dengan gedung Ibadah nya.

Dua remaja wanita kini sedang memakai sepatu. Setelah selesai keduanya jalan beriringan menuju ke parkiran masjid.

“Chel mau ikut ga?, Udah malam ini mana mungkin ada ojol atau angkutan umum.” Ucap Chalisa. Teman sekaligus sahabat dari ia kecil sampai dewasa ini, nama lengkapnya adalah Chalisa Mutia Sempana anak remaja yang berumur kisaran 19 tahun. Yang bersifat ramah, sopan, baik hati, dan tentu lemah lembut. ia juga baru saja masuk kampus yang terbagus di Jakarta.

“Engga deh, aku telpon bang Azam aja.” Jawab seorang gadis lagi yang bernama. Rachel Latasha Maureen yang berumur kisaran 19 tahun, ia sangat sebelas dua belas dengan temannya tapi bedanya ia sangat mudah menangis ketika di jahili.
Mereka masuk kampus yang sama, yaitu universitas Indonesia yang memasuki jurusan Psikologi beda dengan Chalisa ia memasuki jurusan Kedokteran.

“Ih udah aja sama aku bareng, kalo sama bang Azam nanti dia baru nyampe rumah terus langsung jemput kamu. Kan cape.” Usul Chalisa.

“Yaudah yaudah ayo.” Rachel dan Chalisa berjalan menuju mobil yang dikendarai oleh Chalisa saat sore tadi untuk datang ke masjid Istiqlal ini. Tapi mereka tidak tau jika sedari tadi ada orang yang memerhatikan Mereke berdua dari sebrang sana.


“Cantik.” Gumam serta kekeh dari mulut sang remaja pria itu.

“Namanya Rachel Latasha Maureen, anak jurusan Psikologi sekampus sama kita.” Ucap temannya yang berada di belakang nya.

“Astaga, lu ngagetin aja.” Kesal Marsel sambil memukul lengan yang lumayan keras .

“Aws..!!! Ya lagian dari tadi ngeliatin dua cewe itu aja.” Ringis serta Ucap Regan Atmaja. Laki-laki yang tampan rupawan serta sangat ramah bagi itu untuk yang seiman ataupun tidak tapi iya tau betul aturan-aturan yang berlaku pada agama yang berbeda dengan nya. Ia berumur 19 tahun teman yang sangat dekat dengan Marsel.

“Baru masuk?.” Tanya Marsel.

“Mereka?.” Tanya balik Regan.

“Iya lah siapa lagi.” Sewot Marsel.

“Ya santai dong, mereka yang gw denger si sama kaya kita baru masuk dan satu jurusan sama kaya elu psikologi, kan kalo gw kedokteran.” Jelas Regan. Marsel hanya mengangguk kepala dan membentukan o mulut nya.

“Ayo balik.” Ucap Regan yang mendahului untuk ke parkiran. Mau tak mau Marsel mengikuti dari belakang untuk mengambil kendaraan yang terparkir.

Kedua nya berjalan membelah kota Jakarta.

Marsel sangat bahagia hari ini bisa bertemu dengan seorang bidadari yang sangat cantik.

“Gw harap kita jodoh.” Batin Marsel

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai